Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga melibatkan Nurman (46) yang disebut sebagai koordinator (korlap) pembeli bahan bakar menggunakan dregen, serta Doni (32) yang diketahui bekerja sebagai operator di SPBU Jaharun A.
Menurut keterangan korban, insiden bermula saat Suwardani mendatangi lokasi SPBU untuk menagih uang sebesar Rp1.600.000 kepada Nurman. Uang tersebut disebut merupakan kewajiban yang belum diselesaikan sejak sebelumnya.
Diduga, Nurman tidak menerima penagihan tersebut sehingga terjadi percekcokan antara keduanya. Tidak lama kemudian, Doni datang ke lokasi dan diduga turut terlibat dalam peristiwa tersebut.
Korban mengaku sempat menyampaikan bahwa dirinya berprofesi sebagai wartawan. Namun dalam situasi tersebut, korban menyebut menerima kata-kata penghinaan yang tidak pantas terhadap profesi wartawan serta mengalami dugaan tindakan kekerasan secara bersama-sama.
Selain itu, dalam keterangannya disebutkan bahwa posisi Nurman sebagai koordinator pembeli bahan bakar menggunakan dregen diduga memungut sejumlah uang dari para pembeli setiap bulannya. Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Peristiwa ini disebut berawal dari persoalan utang yang terjadi saat korban masih menjabat sebagai koordinator sebelumnya. Disebutkan bahwa Nurman memiliki kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan, sehingga total akumulasi utang mencapai Rp1.600.000 kepada korban.
Merasa menjadi korban dugaan penganiayaan, Suwardani kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Galang dengan Nomor STPL: STPL/18/III/2026/SU/Resta DS/Sek Galang.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Galang AKP Dody Martha, SH, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan proses penyelidikan.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar AKP Dody Martha, SH.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Nurman maupun Doni, serta pengelola SPBU Jaharun A Nomor 14.205.170, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut.
(TIM)

Komentar