Cekcok Berdarah di Kafe Remang-Remang, Dua Warga Pasar Miring Jadi Korban Pembacokan dan Penembakan

Iklan Semua Halaman


 

Cekcok Berdarah di Kafe Remang-Remang, Dua Warga Pasar Miring Jadi Korban Pembacokan dan Penembakan

Kamis, 23 April 2026

Deli Serdang I GPMNews.com ,21-04-26 — Insiden cekcok berdarah terjadi di sebuah kafe remang-remang yang berdiri di bekas rel kereta api (PJKA) di pinggir jalan menuju Kota Galang, tepatnya di Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (20/4/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, tiga warga Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penganiayaan oleh sekelompok orang.

Salah satu korban, Tr (56), mengalami luka bacok di bagian kepala yang harus mendapatkan 14 jahitan, serta memar di bagian leher belakang yang diduga akibat pukulan benda tumpul. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Klinik Marhen karena mengalami pendarahan dari hidung yang diduga akibat luka dalam.

Korban lainnya, Dirga (20), mengalami luka tembak senapan angin di bagian paha. Korban telah menjalani operasi pengangkatan proyektil di salah satu rumah sakit di Lubuk Pakam dan saat ini dalam masa pemulihan. Sementara itu, korban Rn (37) dilaporkan mengalami luka memar di bagian wajah.

Menurut keterangan korban Rn kepada awak media, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat dirinya bersama seorang rekannya berinisial Ek sedang bersantai di salah satu kafe di Desa Tanah Abang. Tiba-tiba beberapa orang datang dan diduga langsung melakukan pemukulan terhadap dirinya.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya, tiba-tiba mereka langsung menyerang saya. Karena merasa terancam, saya pura-pura pingsan. Saya tidak mengenal para pelaku, tetapi saya masih mengingat ciri-ciri fisiknya,” ujar Rn.

Sementara itu, korban Tr yang baru sadar dari kondisi kritisnya menuturkan bahwa saat kejadian pengeroyokan terhadap Rn berlangsung, dirinya berada di kafe yang lokasinya bersebelahan. Mendengar bahwa Rn yang merupakan keponakannya dianiaya, Tr berupaya mendatangi lokasi kejadian.

Namun di tengah perjalanan, Tr mengaku dihadang oleh beberapa orang yang diduga melakukan pembacokan menggunakan benda tajam serta pemukulan menggunakan benda tumpul hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga Desa Pasar Miring. Puluhan warga yang menerima kabar adanya pengeroyokan terhadap rekan mereka kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelamatan. Namun setibanya di lokasi, mereka mengaku dihadang oleh sekelompok orang yang diduga berkaitan dengan pelaku.

Situasi sempat memanas dengan adu mulut antara kedua kelompok. Dalam kondisi tersebut, terdengar suara tembakan senapan angin yang kemudian mengenai korban Dirga di bagian paha. Warga yang berada di lokasi kemudian mundur dan membawa korban Dirga ke fasilitas kesehatan terdekat.

Beberapa jam kemudian, korban Tr baru dapat dievakuasi setelah kelompok yang diduga melakukan penyerangan meninggalkan lokasi.
Salah seorang saksi mata, Doyok, yang membantu proses evakuasi korban Tr, mengatakan bahwa dirinya diminta untuk membawa korban menggunakan becak motor dari lokasi kejadian menuju Desa Pasar Miring.

“Saat di lokasi, posisi korban tergeletak tak sadarkan diri di depan kafe dan mengeluarkan darah dari bagian kepala,” ujar Doyok.

Tokoh masyarakat Kecamatan Pagar Merbau, Bambang, menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku penganiayaan.

Ia juga menyoroti dugaan kurangnya respons dari pihak pengelola kafe terhadap korban yang terkapar di lokasi selama beberapa jam. Selain itu, Bambang meminta aparat berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap legalitas usaha kafe, termasuk dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa izin.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban berencana membuat laporan resmi ke Polresta Deli Serdang. Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan.

(TIM)