Rumah tinggi tersebut diketahui merupakan bekas rumah karyawan pimpinan kebun yang berada di dalam wilayah HGU Kebun Tanjung Garbus. Namun belakangan, bangunan tersebut diduga diklaim oleh seseorang berinisial BS dengan sebutan sebagai “rumah Datok Ong”.
Informasi yang berkembang di tengah masyarakat pada Senin (06/04/2026) menyebutkan bahwa rumah tinggi bekas rumah karyawan pimpinan itu sebelumnya difungsikan sebagai tempat tinggal pimpinan kebun. Dalam perkembangannya, muncul klaim dari seseorang berinisial BS yang menyebut bangunan tersebut sebagai rumah Datok Ong.
Selain itu, sejumlah sumber menyampaikan bahwa semasa hidupnya almarhum Tengku Muhamad Hidayat alias Oong disebut belum pernah dinobatkan secara resmi sebagai Datok. Gelar Datok Ong disebut-sebut baru disematkan setelah almarhum wafat, yang menurut informasi diduga diberikan oleh pihak berinisial BS.
Sejumlah masyarakat menilai belum adanya tindakan tegas atau penjelasan resmi dari pihak terkait dapat menimbulkan persepsi adanya pembiaran terhadap keberadaan dan penggunaan rumah tinggi bekas rumah karyawan pimpinan tersebut di dalam wilayah HGU, terlebih jika bangunan itu merupakan aset perusahaan.
Pihak manajemen melalui Asisten Kepala (Askep) Kebun Tanjung Garbus, Syahfrial Heri, SP, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (06/04/2026), menyampaikan bahwa bangunan yang dimaksud memang berada di dalam wilayah HGU milik PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus.
"Konfirmasi aja pak ke bagian Aset PTPN IV Reg 2"Terang Askep.
Namun hingga saat ini, pihak perusahaan belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait langkah yang akan diambil terhadap keberadaan bangunan tersebut.
Masyarakat Kecamatan P.Merbau khusus Desa Pagar Merbau II berharap adanya kejelasan dari pihak terkait mengenai status bangunan tersebut, termasuk penggunaan istilah atau gelar adat yang berkembang di tengah masyarakat. Kejelasan dari tokoh adat maupun pihak yang mengklaim dinilai penting guna menghindari kesalahpahaman serta polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut, termasuk pihak berinisial BS, belum memberikan keterangan resmi kepada media ini.

Komentar