Acara Pemberian Santunan kepada Anak Yatim, Kaum Dhu'afa dan & Disabilitas oleh KaKan Kemenag Kab.Deli Serdang di Kec.Galang Menuai Sorotan kritik

Widget Slider Berita GPM News

MENGAMBIL BERITA TERKINI...


Acara Pemberian Santunan kepada Anak Yatim, Kaum Dhu'afa dan & Disabilitas oleh KaKan Kemenag Kab.Deli Serdang di Kec.Galang Menuai Sorotan kritik

Rabu, 02 September 2026

Galang I GPMNews - Berhubungan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 Masehi Sekaligus Santunan Anak Yatim, Kaum Dhu'afa & Disabilitas dengan  Tema "Gerakan Nasional Gema  Shalawat Bangsa".

Untuk mensosialisai    hal tersebut, Kepala Kantor  Kementerian Agama (,KaKan Kemenag) Kabupaten Deli Serdang turun ke Kecamatan  Galang Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara pada Selasa (1/9/2026)  bertempat di Masjid Bani Abdullah Desa Tanah Merah.

Kehadiran KaKan Kemenag Kabupaten Deli Serdang di Kecamatan Galang saat itu,  untuk mensosialisasi pemberian Santunan Paket berupa 1 karung beras 5 kg, 2 kaleng susu dan roti kepada masing-masing yang berjumlah 50 orang gabungan antar Anak Yatim, Kaum Dhu'afa & Disabilitas yang menurut info diundang  oleh Plh. Kepala Kantor  Urusan Agama (Plh,KaKUA) Kecamatan Galang Ibnu Salim,S.HI dari beberapa  desa dan kelurahan di kecamatan,  untuk hadir pada acara tersebut yang kesudahannya menuai sorotan kritik.

Dalam acara tersebut hadir perwakilan dari unsur Forkopimcam Galang, Ketua MUI Kecamatan Galang Drs.H. M.Sakti Rangkuti,MA, Pimpinan Ormas Islam Kecamatan Galang (NU, Muhammadyah, Al-Washliyah), Kepala Desa Tanah Merah, Ketua BKM Bani Abdullah dll.

Hal yang menjadi sorotan kritik saat itu, terfokus kepada Disabilitas diantaranya Nek Pinar warga Lingkungan III Kelurahan Galang Kota Kecamatan Galang yang usianya sudah tua dan lumpuh total, berdiri saja tidak mampu dan konon lagi berjalan. Nenek tua lumpuh itu hanya mampu duduk dan mengesot

Warga yang melihat Nek Pinar yang sudah tua lumpuh hadir pada acara tersebut bertanya  "Kenapalah disabilitas seperti Nek Pinar yang sudah tua lumpuh itu diundang harus hadir pada acara tersebut? Apakah tidak kasihan? Itu sebagai suatu  penyiksaan tidak langsung kepada disabilitas seperti Nek Pinar yang menderita kelumpuhan itu, ujar para warga  yang melihat nenek tua lumpuh itu dan yang sempat terdengar kepada penulis usai acara tersebut selesai dan setelah Nek Pinar itu turun  tangga Masjid Bani Abdullah Desa Tanah Merah yang  dipapah sampai ke halaman Masjid tersebut saat itu  

 Sebaijnya bila ada perhatian  uluran tangan ikhlas peduli kepada disabilitas seperti Nek Pinar yang sudah  tua dan lumpuh itu, bukan harus disuruh datang atau hadir bila ada acara yang berhubungan dengan pemberian santunan atau sejenisnya  seperti pada acara KaKan Kemenag Kabupaten Deli Serdang itu di Kecamatan Galang (1/9/2026). Perwakilan saja yang hadir sudah cukup atau diantar kekediaman yang bersangkutan, lanjut warga itu.

Ada dugaan kenapa  disabilitas diantaranya Nek Pinar yang sudah tua dan lumpuh itu diharuskan hadir oleh pengundang pada acara tersebut, mungkin cari popularitas nama. Dan  jangan-jangan KaKan Kemenag Kabupaten Deli Serdang yang menyuruh Plh.KaKUA Kecamatan Galang  menghadirkan disabilitas seperti seperti nenek tua lumpuh itu pada acara tersebut di Kecamatan Galang  yang kesudahannya menuai sorotan kritik , ujar warga itu menduga.

Penulis yang mencoba konfirmasi kepada nenek tua lumpuh itu usai acara tersebut setelah berada di  halaman Masjid Bani Abdullah Desa Tanah Merah  mengatakan, saya tadi datang kemari bersama teman yang memapah saya, naik becak bermotor dari rumah kediaman saya di Lingkungan III Kelurahan Galang Kota ke tempat ini. Lumayan jauh juga jaraknya kemari ± 5 kilometer. Dan tidak tahu berapa ongkos becak bermotor pergi/pulang kalau kemari, karena belum dibayar.

Dalam pikiran saya santunan yang diberikan berupa uang tunai, bisa buat bayar ongkos becak. Tahu-tahunya santunan yang diberikan hanya berupa 1 karung beras 5 kilogram, 2 kaleng susu dan roti. Saya tidak tahu bagaimana membayar ongkos becak motor yang membawa kami tadi kemari, dan kami ini sedang menunggu becak itu menjemput kami pulang, ujarnya sedih.

Ahmadi,M.PdI Pimpinan Perguruan Al-Washliyah Petumbukan yang juga Pegawai di Kantor KUA Kecamatan Galang setelah mendengar kata-kata keluh-kesah Nek Pinar itu,  spontan terpanggil mengantarkan nenek itu ke rumah kediamannya, dengan memapah pelan-pelan menaikan kedalam mobil. 

Penulis yang mencoba datang ke KUA Kecamatan Galang saat itu, untuk maksud konfirmasi kepada Plh Kepala. Tetapi sayang tidak ada ditempat.

(Sudirman Dachi)