Jembatan Tanpa Pagar Pengaman di Kebun Sei Putih Dinilai Ancam Keselamatan Warga dan Pelajar

Widget Slider Berita GPM News

MENGAMBIL BERITA TERKINI...


Jembatan Tanpa Pagar Pengaman di Kebun Sei Putih Dinilai Ancam Keselamatan Warga dan Pelajar

Sabtu, 16 Mei 2026

Deli Serdang I GPMNews Online – Kondisi jembatan tanpa pagar pengaman di kawasan PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Jembatan yang berada di jalur lintas Galang–Sei Karang tepatnya di Afdeling (Afd) 1 tersebut merupakan akses utama masyarakat perkebunan untuk beraktivitas sehari-hari.

Ketiadaan pagar pengaman di sisi jembatan membuat warga merasa was-was, terutama karena jalur tersebut setiap hari dilintasi anak-anak sekolah menuju Kecamatan Galang. Masyarakat khawatir kondisi itu dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih saat malam hari maupun ketika cuaca buruk.


Menurut keterangan warga, insiden kendaraan terperosok ke dalam parit di sekitar jembatan baru-baru ini semakin mempertegas pentingnya perhatian serius dari pihak terkait. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa kondisi jembatan sudah sangat mendesak untuk diperbaiki.

“Jalan ini akses utama masyarakat perkebunan. Anak-anak sekolah setiap hari lewat sini, sementara jembatan tidak ada pagar pengaman sama sekali. Kami takut ada korban lagi jatuh ke parit,” ujar salah seorang warga, Minggu (17/05/2026).

Warga menilai minimnya fasilitas keselamatan di lokasi tersebut dapat membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. Selain pagar pengaman, masyarakat juga meminta pemasangan rambu-rambu peringatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintasi area jembatan.

Masyarakat berharap pihak manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Putih, khususnya manajer dan asisten teknik, segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kembali terjadi kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.

Warga meminta langkah cepat dan konkret dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari bergantung pada akses tersebut untuk berangkat dan pulang dari sekolah.

(TIM)